Jago Lagu
  • Senin, 25 Oct 2021
  •  

Hmmm, Malaysia Kembali Buka Wisata Medis, Begini Prosedurnya Buat WNI yang Memanfaatkan Layanan Ini 

Hmmm, Malaysia Kembali Buka Wisata Medis, Begini Prosedurnya Buat WNI yang Memanfaatkan Layanan Ini 

Hmmm, Malaysia Kembali Buka Wisata Medis, Begini Prosedurnya Buat WNI yang Memanfaatkan Layanan Ini  (Tribun)

VST.MY.ID -   Bagi sebagian orang, berobat atau menjalani perawatan kesehatan ke luar negeri menjadi salah satu alternatif demi memperoleh pelayanan dan hasil yang lebih maksimal. Layanan semacam ini biasa disebut dengan istilah wisata medis.

Dari sekian banyak negara tujuan wisata medis masyarakat Indonesia, Malaysia adalah salah satu destinasi terbesarnya.

Faktanya, Indonesia sejak lama memang menjadi pasar terbesar layanan wisata medis terbesar bagi Malaysia. Indonesia saat ini menyumbang lebih dari 60 persen kunjungan wisatawan medis ke sana setiap tahunnya.

Namun pasar wisata medis ini mengecil di 2020 dan 2021 karena perubahan perilaku konsumen dalam industri perjalanan layanan kesehatan.

Baru-baru ini, Malaysia resmi membuka kembali perjalanan wisata kesehatan dengan mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan yang lebih ketat dari sebelumnya.


Tujuannya, demi menekan angka penularan Covid-19 dan varian lainnya, serta untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga asing yang berwisata medis ke Malaysia.


CEO MHTC Mohd Daud Mohd Arif mengatakan, pihaknya menerapkan SOP kesehatan yang jauh lebih ketat demi menjaga keselamatan pasien dan masyarakat Malaysia saat lembaganya memutuskan membuka kembali perbatasan untuk perjalanan internasional.

"Sejauh ini kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menerapkan Prosedur Operasi Standar (SOP) yang ketat yang harus dipatuhi oleh semua wisatawan medis," ungkapnya dalam wawancara via surat elektronik dengan Tribunnews, pekan ini.


Dia menjelaskan, semua wisatawan medis yang ingin berobat di Malaysia harus membuat janji temu terlebih dahulu dengan rumah sakit di bawah naungan MHTC sebelum terbang ke Malaysia.

Setelah janji temu dikonfirmasi, rumah sakit akan mengajukan 'Izin Masuk Malaysia untuk Perawatan' dengan MHTC atas nama pasien.


Dia menyebutkan, semua wisatawan medis juga wajib menjalani tes PCR Covid-19 dan hanya mereka yang hasil tesnya negatif yang diizinkan masuk ke Malaysia untuk perawatan.

"SOP akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan situasi pandemi," ungkapnya.

Dia memaparkan, fasilitas perawatan kesehatan dan wisata perjalanan di Malaysia telah melengkapi diri dengan SOP dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung dan memberikan pengalaman pasien yang jauh lebih aman dan mengkomunikasikan jaminan keselamatannya.


Hal ini berlaku sejak saat kedatangan, menjalani perawatan, hingga saat kembali pulang ke rumah.

Untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan, MHTC menyediakan layanan Concierge dan Lounge di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) dan Bandara Internasional Penang (PIA) untuk membantu wisatawan yang baru tiba.


Wisatawan medis juga akan dilayani di layanan Concierge dan Lounge eksklusif kami di KLIA, KLIA 2 dan PIA sambil menunggu transportasi ke rumah sakit atau akomodasi yang ditunjuk.


Layanan lainnya yang disediakan adalah Meet-and-Greet (MGS) untuk wisatawan medis yang datang ke Malaysia melalui KLIA, KLIA 2, dan PIA.

Mereka akan disambut di garbarata saat mendarat dan kemudian diantar ke jalur cepat bagian imigrasi, bea cukai, bagian pengambilan bagasi, dan disambut di Malaysia Healthcare Concierge and Lounge sampai transfer ke hotel atau rumah sakit yang dituju.

MHTC saat ini agresif memasarkan layanan wisata medis kepada masyarakat Asia, dengan membuka perwakilan di pasar utamanya di Indonesia, Vietnam, Myanmar, China, dan yang terkini di India untuk meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan kesehatan.

Lima Ini Paling Dicari

Wisatawan medis yang pergi berobat ke Malaysia biasanya mencari lima jenis layanan medis, yakni kardiologi, onkologi, obstetri dan ginekologi, gastroenterologi serta pemeriksaan kesehatan.


Selama satu dekade terakhir, Malaysia dikenal sebagai Pusat Kardiologi di Asia karena layanan tim medis dan infrastruktur rumah sakitnya yang mumpuni.

Dia mencontohkan, salah satu rumah sakit di Malaysia, The National Heart Institute (IJN), menjadi rumah sakit pertama di luar Amerika Serikat yang menanamkan alat pacu jantung Micra AV,perangkat implan untuk perawatan detak jantung lambat melalui pacing.

Hal inilah yang membuat banyak pasien memilih berobat ke Malaysia karena dianggap dapat diandalkan dan biayanya terjangkau. Satu dari dua pasien kesuburan untuk IVF yang berobat ke Malaysia juga dinyatakan berhasil.

Layanan rumah sakit di sana juga menyediakan perawatan lanjutan termasuk onkofertilitas, dan teknologi AI untuk pengujian kelayakan kesuburan.

Hal ini inilah yang memperkuat posisi Malaysia sebagai Pusat Kesuburan di Asia. Dia menyebutkan, saat ini hanya ada 30 pusat kesuburan di seluruh dunia yang memiliki akreditasi RTAC Internasional. Dari jumlah tersebut, delapan berada di Malaysia.

Dia menambahkan, di layanan onkologi, Malaysia tampil sebagai negara ketiga yang paling siap di Asia Pasifik untuk memerangi kanker dalam sebuah studi yang dilakukan The Economist Intelligence Unit (The EIU).

"Pasien kami dari Indonesia sangat ingin melanjutkan dan berobat di sini bersama kami di Malaysia. Karena itu, kami mengembangkan rencana darurat yang menjadikan Malaysia sebagai salah satu dari sedikit negara pertama yang membuka perjalanan medis pada Juli 2020," ungkapnya.

Selain menggarap pasar Indonesia, Malaysia Healthcare juga akan memperluas jangkauan pasar ke China dan negara-negara Indochina sambil menjelajahi pasar baru lainnya.

"Malaysia merupakan salah satu negara tujuan yang sering dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk berobat," ujarnya.

Fasilitas kesehatan canggih yang mudah diakses, layanan kesehatan yang terjangkau secara kompetitif, jarak yang strategis, akomodasi yang mudah, dan kesamaan budaya dan bahasa adalah beberapa faktor yang membuat orang Indonesia menganggap Malaysia sebagai tujuan wisata kesehatan mereka.

Tidak ada kendala bahasa antara staf medis dan pasien Indonesia karena staf medis dapat berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia juga menjadi salah satu ungkapan lainnya mengapa banyak warga Indonesia berobat ke Malaysia.

(TRI)

Total dibaca: 40x | Berikan Komentar!


Bambang Pamungkas
Penulis : Bambang Pamungkas
Tech Enthusiast

Teknologi akan melampaui interaksi manusia. Dunia akan memiliki generasi idiot.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Ingatlah untuk selalu berkomentar dengan sopan sesuai pedoman situs ini
* Anda tidak memiliki akses untuk meninggalkan komentar *
TOPIK HANGAT

Jasa Pembuatan Aplikasi Website Custom!

Pesan Sekarang!

BERITA POPULER

Duh! Ada Mona Lisa di Video Panduan Terbang Maskapai Prancis